Inilah WASIT TINJU WANITA Pertama di Indonesia, Namanya GINA



Perempuan memang identik dengan kelembutan dan keanggunan. Berkarir pun demikian, lapangan pekerjaan untuk perempuan biasanya tidak bernuansa kekerasan dan tempaan lapangan. Kini, tidak lagi demikian. Perempuan semakin mampu menunjukkan kapasitasnya dalam bekerja, termasuk di wilayah profesi yang mayoritas digeluti oleh laki-laki.
     

Gianna Elizabeth Seleky adalah salah satu dari perempuan tangguh eksis di profesi yang biasanya digeluti oleh laki-laki, wasit tinju. Gina, demikian sapaan akrabnya, merupakan hakim dan wasit tinju pertama di Indonesia. Karirnya mendapat sorotan publik saat mengawal pertandingan tinju yang ditayangkan oleh televisi milik pemerintah.

"Saya sebenarnya punya dua lisensi. Lisensi hakim dan wasit tinju," tutur Gina. Lisensi tersebut didapat pada tahun 2011 lalu, melalui Asosiasi Tinju Indonesia (ATI)," ujar Gina.

Gina tidak begitu saja menyukai tinju, dalam dirinya telah mengalir darah petinju dari ayahnya, alm. Micky Seleky, yang merupakan pelatih dari petinju legendaris Indonesia, Ellyas Pical era '80-an.

"Waktu itu saya sering lihat papa melatih para petinjunya di Tebet. Sasana papa saat itu Garuda Jaya BC. Tiap hari menonton petinju latihan, lama-lama saya jatuh cinta pada tinju. Akhirnya saya menekuni tinju juga," ucap Gina.

Gina telah menyukai olah raga keras tersebut sejak usia belasan tahun. Tidak seperti petinju lain yang memulai karir dari petinju amatir kemudian merambah dunia petinju profesional, perjalanan karir Gina di dunia tinju berjalan sebaliknya. Pertarungan perdananya dimulai pada tahun 2001 di kelas petinju profesional, kemudian pada 2004 merambah dunia tiju amatir. Kendati pada 2006, Gina memutuskan untuk pensiun.

Sebagai petinju perempuan, Gina menghadapi banyak tantangan, selain apresiasi terhadap petinju perempuan juga masih minim. "Dunia pro bagi petinju perempuan memang kejam. Kalau naik ring banyak yang nyuitin. Padahal, kita bisa bertarung dengan keras dan seperti petinju pria," tutur Gina.

Kendala berkeluarga juga kehamilan, sempat membuat Gina berhenti menjadi petinju, dan hanya bisa menonton pertandingan saja. Namun, kecintaannya terhadap dunia tinju tidak mampu dibendung oleh apapun. Pada 2011, saat anak tunggalnya mulai besar, Gina kembali merambah dunia tinju, meski tak lagi menjadi pemain. Kiprahnya yang baru adalah sebagai hakim tinju setelah Gina mengambil program khusus yang mencengangkan banyak pihak, sertifikasi hakim tinju akhir 2011 lalu. Cibiran orang malah membuatnya semakin tertantang.

Setelah memiliki sertifikat hakim, Gina melanjutkan mencari lisensi wasit. Kesempatan pertama menjadi hakim datang pada 2012. Tetapi, aktivitas baru Gina tersebut ditentang sang suami. "Suami nggak setuju saya turun di ring lagi meski jadi hakim atau wasit. Suami kan bukan orang tinju. Jadinya agak protektif. Dia mengkhawatirkan saya," papar Gina.

Akibatnya, Gina tak lagi mengabari suaminya kala mendapat tugas dari badan tinju untuk menjadi hakim atau wasit pertandingan. Alasan yang digunakan Gina untuk mendapatkan izin keluar rumah adalah kerja lembur. Profesinya sebagai supervisor sebuah kafe di Kalibata yang kerap menuntutnya bekerja hingga larut malam, menjadi celah baginya.

Sejak 2012 lalu, Gina sudah 10 kali menjadi wasit atau hakim tinju, dengan delapan kali menjadi hakim dan dua kali bertugas sebagai wasit. "Lebih mendebarkan menjadi wasit. Saya berada di antara dua petinju yang saling melancarkan pukulan. Untung, dari dua kali naik ring, saya bisa meminimalkan kesalahan," ujar Gina.

Gina selalu bersemangat untuk menjalani profesi yang dirahasiakannya dari suami, kendati bayaran sebagai hakim dan wasit tinju yang diterima masih di bawah Rp 1 juta. Gina berharap ada lebih banyak wasit atau hakim tinju perempuan di Indonesia. Itu merupakan bagian dari emansipasi perempuan di berbagai bidang. "Saya punya mimpi bisa memimpin satu laga tinju internasional suatu saat nanti," tutup Gina. (Diambil dari berbagai sumber)
[war]


sumber | wowunic.blogspot.com | http://www.merdeka.com/peristiwa/gina-si-wasit-tinju-wanita-pertama-di-indonesia.html




jumlah komentar : | apa komentar kamu ?



Artikel Terkait


KOTAK KOMENTAR


Informatif dan Kreatif | www.klik77.com